ASMA BRONKHIALE

1. Pengertian

§ Asma bronkial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah, baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan.

§ Asma adalah gangguan inflamasi kronik jalan nafas yang melibatkan berbagai sel inflamasi.

§ Asma adalah keadaan klinik yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus yang reversibel, dipisahkan oleh massa dimana ventilasi relatif mendekati normal.

 

Klasifikasi Asma :

a. Asma ekstrinsik / alergi / immunologik / atopik

§ Timbul sejak kanak-kanak

§ Keluarga ada yang menderita asma

§ Alergen jelas.

b. Asma instrinsik / non alergik / non immunologik

§ Pada usia lebih dari 35 tahun

§ Keluarga tidak ada yang menderita asma, alergen tidak jelas

§ Ada hubungan dengan pekerjaan / beban fisik.

§ Rangsangan fisik mempunyai peran untuk menimbulkan serangan asma.

 

c. Asma campuran

§ Diawali oleh infeksi virus

§ Keluhan diperberat oleh faktor instrinsik-ekstrinsik.

 

2. Etiologi

Penyempitan dari bronkus disebabkan oleh :

a. Spasme otot polos bronkus

b. Edema mukosa bronkus

c. Sekresi kelenjar bronkur meningkat

 

Faktor pencetus :

a. Alergen

§ Inhalan yang masuk dalam badan melalui alat pernafasan, contohnya : debu, asap, serpihan kulit (anjing, kuda, kucing)

§ Ingestan yang masuk dalam badan melalui mulut, contoh makanan, susu, telur, ikan, obat-obatan.

b. Virus / bakteri / infeksi.

c. Iritan : asap,bau-bauan,polutan,pabrik,kompor.

d. Perubahan cuaca (panas/dingin).

e. Zat-zat kimia : obat nyamuk, pwangi ruangan.

f. Buah-buahan (nanas, rmbutan,anggur).

g. Makanan yang gurih, mengandung zat pengawet dan zat warna.

h. Kegiatan jasmani yang berlebihan.

i. Lingkungan kerja.

j. Emosi.

 

3.Patofisiologi

4.Manifestasi klinik

Gejala asma yang klasik terdiri dari batuk,sesak, dan mengi(wheezing) dan pada sebagian penderita disertai rasa nyeri di dada.Gejala tersebut tidak sama pada semua pasien, ada penderita yang hanya batuk tanpa sesak,/sesak dan mengi saja. Sehingga ada beberapa tingkat penderita asma adalah sebagai berikut:

a. Tingkat 1, penderita asma sara klinik normal, tanpa kelainan pemeriksaan fisis maupun kelainan pemeriksaan fungsi parunya.

b. Tingkat 2, penderita tanpa kelainan dan keluhan pada pemeriksaan fisisnya, tetapi fungsi parunya menunjukkan tanda-tanda obstruksi jalan nafas.

c. Tingkat 3, penderita tanpa keluhan tetapi pada pemeriksaan fisisnya maupun pmeriksaan fungsi parunya menunjukkan tanda obstruksu jalan nafas.

d. Tingkat 4, penderita asma yang paling sering dijumpai baik dalam praktek sehari-hari maupun di RS. Penderita mengeluh sesak nafas, batuk, dan nafas berbunyi. Pada pemeriksaan fisis maupun pemeriksaan spiromtri akan ditemukan tanda obstruksi jalan nafas.

 

5.Pemeriksaan penunjang

a. spirometri

§ Menunjukkan adanya obstruksijalan nafas reversible.

§ Dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bronkodilator aerob (nebulizer) golongan adenergik.

b. Tes provokasi bronchiale

§ Menunjukkan adanya hiperaktivitas bronkus

c.Pemeriksaan tes kulit

§ Menunjukkan adanya antibody Ig E yang spesifik dalam HOH (serum).

d.Pemeriksaan radiologi

§ Dilakukn apabila ada kecurigaan terhadap proses patologi diparu.

 

7. Komplikasi

§ Pneumothoraks

§ Pneumomedi astinum

§ Emfisema subcutis

§ Atelektasis

§ Apergitosis bronkopulmonal alergik

§ Gagal nafas

§ Bronkhitis

§ Fraktur iga

 

8. Penatalaksanaan

a. Penatalaksanaan medis

1. Menyembuhkan dan mengendalikan gejala asma.

2.Mencegah kekambuhan

3. Mengupayakan fungsi paru senormal mungkin serta mempertahankannya.

4. Mengupayakan fungsi aktivitas harian pada tingkat normal termasuk melakukan exercise.

5. Menghindari efek samping obat.

6. Mencegah obstruksi jalan nafas yang irreversible.

7. Dilakukan terapi yang meliputi:

a. Pemberian oksigen

b. pemberian bronkodilator

§ Agonis beta

Digunakan dalam mengobati asma karena agan ini mendilatasi otot-otot polos bronkial.agen adenergik juga meningkatkan gerakan siliaris, menurunkan mediator kimiawi anafilaktik dan dapat menggunakan efek bronkodilatasi dari kortikosteroid.agen yang paling umum digunakan epineprin, albuterol, metaproterenol, isoproterenol, isoetharine, terbutalin.agen ini diberikan secara parenteral/inhalasi.

 

 

§ Metilsantin (aminofilin dan teofilin)

Digunakan karena mempunyai efk bronkodilator. Agen ini merilekskan otot-otot polos bronkus, menunjukkan gerakan mukus dalam jalan nafas dan meningkatkan kontraksi diafragma. Aminofilin diberikan seara iv, teofilin diberikan secara oral. Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu metabolisme metilsantin, terutama sekali teofilin, termasuk merokok, gagal jantung, penyakit hepar kronik, kontraseptif oral, eritromisin, dan simetidin.

 

 

§ Anti kolinergik

Antikolinergik secara khusus mungkin bermanfaat terhadap asmatik yang bukan kandidat untuk agonis beta dan metilsantin karena penyakit jantung yang mendasari. Antikolinergik diberikan secara inhalasi.

 

§ Kortikosteroid

Kortikosteroid penting dalam pengobatan asma. Kortikosteroid diberikan secara iv (hidrokortison), secara oral (prednison, prednisolon), atau malalui inhalasi (beklomethason, deksametason). Kortikosteroid telah terbukti efektif dalam pengobatan asma dan PPOM penggunaan kortikosteroid berkepanjangan dapat mengakibatkan terjadinya fek samping yang serius, termasuk ulkus peptikum, osteoporosis, supresi adrenal, miopati steroid dan katarak.

§ Inhalasi set mask

Natrium kromolin, suatu inhalasi set mask adalah bagian integral dari pengobatn asma. Medikasi ini diberikan melalui inhalasi. Medikasi ini mencgah pelepasan mediator kimiawi anafilaktik, dengan demikian mengakibatkan bronkodilatasi dan penurunan inflamasi jalan nafas. Natrium kromolin dapat mengakibatkan pengurangan, penggunaan mediator lain dan perbaikan menyeluruh dalam gejala.

This entry was posted in Pernafasan. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>