KISTA GANGLION

1. Pengertian
Kista Ganglion atau biasa disebut Ganglion merupakan kista yang terbentuk dari kapsul suatu sendi atau sarung suatu tendo. Kista ini berisi cairan kental jernih yang mirip dengan jelly yang kaya protein. Kista merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering didapatkan pada tangan.
Kista ganglion merupakan massa jaringan lunak yang paling sering terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Ini hampir ditemukan di setiap sendi pada pergelangan tangan dan tangan. Kista terdiri dari asam hyaluronat, musin, rongga kista dengan glukosamin, globulin dan albumin. Kista ganglion terjadi pada semua umur tetapi paling umum selama dekade kedua, ketiga, dan keempat kehidupan. Wanita terkena 3 kali lebih sering daripada pria. Eksisi bedah seringkali diperlukan untuk menghilangkan rasa sakit dan deformitas yang berhubungan dengan kista ganglion.
Ganglion biasanya melekat pada sarung tendon pada tangan atau pergelangan tangan atau melekat pada suatu sendi; namun ada pula yang tidak memiliki hubungan dengan struktur apapun. Kista ini juga dapat ditemukan di kaki. Ukuran kista bervariasi, dapat bertambah besar atau mengecil seiring berjalannya waktu dan bahkan menghilang.
Selain itu kadang dapat mengalami inflamasi jika teriritasi. Konsistensi dapat lunak hingga keras seperti batu akibat tekanan tinggi cairan yang mengisi kista sehingga kadang didiagnosis sebagai tonjolan tulang. Ganglion timbul pada tempat-tempat berikut ini:
a. Pergelangan tangan – punggung tangan (“dorsal wrist ganglion”), pada telapak tangan (“volar wrist ganglion”), atau kadang pada daerah ibu jari. Kista ini berasal dari salah satu sendi pergelangan tangan, dan kadang diperberat oleh cedera pada pergelangan tangan.
b. Telapak tangan pada dasar jari-jari (“flexor tendon sheath cyst”). Kista ini berasal dari saluran yang menjaga tendon jari pada tempatnya, dan kadang terjadi akibat iritasi pada tendon – tendinitis.
c. Bagian belakang tepi sendi jari (“mucous cyst”), terletak di sebelah dasar kuku. Kista ini dapat menyebabkan lekukan pada kuku, dan dapat menjadi terinfeksi dan menyebabkan infeksi sendi walaupun jarang. Hal ini biasanya disebabkan arthritis atau taji tulang pada sendi.

2. Etiologi

Penjelasan yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan pembentukan kista hingga degenerasi mukoid dari kolagen dan jaringan ikat. Teori ini menunjukkan bahwa sebuah ganglion mewakili struktur degeneratif yang melingkupi perubahan miksoid dari jaringan ikat. Teori yang lebih baru, yang dipostulasikan oleh Angelides pada 1999, menjelaskan bahwa kista terbentuk akibat trauma jaringan atau iritasi struktur sendi yang menstimulasi produksi asam hialuronik. Proses ini bermula di pertemuan sinovial-kapsular. Musin yang terbentuk membelah sepanjang ligamentum sendi serta kapsul yang melekat untuk kemudian membentuk duktus kapsular dan kista utama. Duktus pada akhirnya akan bergabung menjadi kista ganglion soliter yang besar.
Seperti yang telah disebutkan, penyebab ganglion tidak sepenuhnya diketahui, namun ganglion dapat terjadi akibat robekan kecil pada ligamentum yang melewati selubung tendon atau kapsul sendi baik akibat cedera, proses degeneratif atau abnormalitas kecil yang tidak diketahui sebelumnya.

3. Tanda dan gejala

Keluhan yang umum dirasakan oleh pasien dengan kista ganglion adalah rasa sakit di tangan atau pergelangan tangan disertai dengan kelemahan dalam melakukan fungsi pada umumnya dan tampilan inspeksi yang kurang enak untuk dipandang, Dari jurnal yang saya baca bahwa terdapat kaitan antara riwayat trauma minor pada daerah pergelangan tangan dan tangan terhadap munculnya kista ganglion. Beberapa peneliti juga mengemukakan hal demikian yang dibahas pada pathogenesis sebelumnya.
Secara umum kista ganglion memperlihatkan massa yang keras atau kenyal yang tidak terfiksasi pada kulit dengan ukuran berkisar 1-3 cm. Nyeri dirasakan oleh pasien pada saat melakukan pergerakan pada ekstremitas tersebut, nyeri yang dirasakan bersifat tumpul dan persisten. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa yang menyebabkan nyeri adalah ganglion yang berukuran kecil. Suatu kista ganglion yangmuncul mungkin menekan saraf interoseus posterior saat melewati kompartemen ekstensor keempat.

a. Keterbatasan gerak
b. Parestesia
c. Kelemahan
d. Nyeri
e. Adanya Benjolan pada bagian belakang pergelangan tangan, sisi telapak pergelanagn tangan, sendi jari

4. Patogenesis
Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang etiologi kista ganglion, dan teori tersebut masih membingungkan. Saat ini tidak ada teori tunggal yang sepenuhnya menjelaskan patogenesis kista ganglion. Beberapa Teori tersebut antara lain:
·         Teori herniasi jaringan synovial dari sendi. Kista ganglion terbentuk secara de novo dalam jaringan ikat sendi. (teori Eller dan Volkman),
·         Kista ganglion dihasilkan dari degenerasi musinous jaringan ikat akibat kerusakan kronis sehingga menyebabkan akumulasi dari serat kolagen, musin intra- dan ekstraseluler. (teori Fisher dan Stout),
·         Kista ganglion berasal dari sel synovial atau mesenkim yang berubah pada kapsul synovial akibat respon dari cedera ringan yang berulang. Peregangan struktur kapsul dan ligamen sendi pendukung tampaknya merangsang produksi asam hialuronat jaringan pelumas oleh fibroblas pada interface kapsul sinovial. Musin yang dihasilkan menumpuk di saluran kecil, akhirnya menyatu membentuk kista ganglion (teori Modern).
5. Komplikasi
Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada lokasi dan ukuran ganglion. Komplikasi utama adalah keterbatasan gerak pada sendi dimana terdapat ganglion. Tidak seperti tumor lain, ganglion tidak pernah berubah menjadi ganas.
Komplikasi yang dapat terjadi akibat prosedur bedah yang dilakukan berupa rekurensi walaupun kemungkinannya tidak besar. Selain itu juga terdapat resiko infeksi, keterbatasan gerak, kerusakan serabut saraf atau pembuluh darah

6. Diagnosis

Diagnosis dapat dilakukan dengan aspirasi musin pada daerah yang diduga kista. Radiografi juga dapat digunakan untuk melihat gambaran anatomi pada tangan atau pergelangan tangan.  Diferensial diagnosis kista ganglion meliputi tumor padat dan tenosynovitis proliferatif. Perbedaan tenosynovitis proliferatif dengan kista ganglion dapat dilihat pada pergerakan massa di tangan atau pergelangan tangan. Pada tenosynovitis proliferatif massa akan bergerak bersama dengan ekstensor panjang atau fleksor, tetapi kista ganglion akan tetap statis.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik dan kadang melalui pemeriksaan radiologik.
a. anamesis bisa didapatkan benjolan yang tidak bergejala namun kadang ditemukan nyeri serta riwayat penggunaan lengan yang berlebihan.
b. Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan lunak yang tidak nyeri tekan. Melalui transiluminasi diketahui bahwa isi benjolan bukan merupakan massa padat tapi merupakan cairan. Pada aspirasi diperoleh cairan dengan viskositas yang tinggi dan jernih. Sering juga ditemukan adanya gangguan pergerakan dan parestesia dan kelemahan pada pergelangan tangan ataupun lengan.
Gambaran Mikroskopis
Peneliti menggunakan mikroskop electron untuk memperlihatkan gambaran kista secara mikroskopis. Hasilnya menunjukkan bahwa dinding kista ganglion terdiri dari lembaran serat kolagen diatur dalam strata multi arah. Dinding terdiri dari sel-sel pipih menyerupai fibroblas, tetapi dengan lapisan epitel atau sinovial yang jelas tidakterlihat. Kebanyakan kista berisi cairan sangat kental seperti cairan jelly, secara signifikan lebih tebal dari cairan sinovial. Viskositas ini disebabkan konsentrasi tinggi dari asam hialuronat dan mucopolysakarida lainnya.
Lokasi Kista Ganglion
Lokasi kista ganglion pada pergelangan tangan dapat ditemukan di bagian dorsal (75%) dan bagian volar (25%). Pada pergelangan tangan bagian dorsal dapat ditemukan kista ganglion di  atas ligamentum scapholunate, meskipun mereka muncul di mana saja antara ekstensor ibu jari lateral dan ekstensor jari medial (Gambar 1). Pada pergelangan tangan volar, kista ganglion  terjadi di bawah lipatan pergelangan tangan volar, hanya radial untuk tendon fleksor carpi radialis (Gambar 3). Kista ganglion volar paling sering timbul dari sendi atau sendi radiocarpal scaphotrapezial.
Gambaran Radiologis
Kista ganglion kecil (≤ 10 mm dalam dimensi terbesar rata-rata) sering munculhypoechoic tanpa peningkatan akustik posterior, tidak muncul sebagai kista sederhana. Kista ganglion yang lebih besar akan lebih mungkin muncul anechoic dengan peningkatan akustik posterior
Kista ganglion lebih besar, semakin besar kemungkinan akan muncul anechoic dengan peningkatan akustik posterior. Kista ganglion yang lebih besar lebih mungkin memiliki batas yang terdefinisi dengan baik dan lobulations ganda.Fitur lain sonografi variabel kista ganglion pergelangan tangan termasuk adanya lobulations, margin, gema internal, dan septations. Secara umum, kista ganglion yang lebih besar cenderung memiliki lobulations lebih. Ini mungkin berhubungan dengan pertumbuhan sekuensial dan kronisitas dari ganglion kista. Pada jurnal dikatakan tidak bisa langsung berkorelasi dengan temuan sonografi kronisitas kista diberikansifat retrospektif dari penelitian tersebut. Selain itu, kista ganglion yang lebih besar lebih sering juga ditemukan, mungkin karena kemungkinan yang lebih tinggi seperti kista ganglion yang lebih besar menjadi anechoic.
7. Diagnosis Banding
Ganglion dapat didiagnosis banding dengan benjolan lain yang mungkin didapatkan di tangan seperti lipoma, kista sebasea dan nodul rheumatoid arthritis.
8. Penatalaksanaan

Indikasi pengobatan untuk kista ganglion adalah jika terdapat manifestasi klinis berupa nyeri, kelemahan pergerakan tangan dan kerusakan. Pasien dengan tanpa gejala membutuhkan kepastian apakah kista ganglion tidak bersifat ganas dan kadang-kadang bisa spontan. Namun degenerasi maligna jarang ditemukan pada kasus kista ganglion. Secara historis, pengobatan non operasi terdiri dari pukulan keras pada kista ganglion dengan palu, kamus, buku atau beberapa benda tumpul lain. Perawatan lain termasuk panas, radiasi, dan injeksi dengan sclerosing agen.Metode ini memiliki terbukti tidak efektif, atau dalam kasus skleroterapi, berbahaya.
Pengobatan konservatif dilakukan dengan melakukan aspirasi pada kista. Aspirasi dilakukan dengan jarum lubang besar diikuti dengan suntikan lidokain dan kortikosteroid. Dalam kasus kista ganglion pergelangan tangan dorsal, hingga 80% dari 10 pasien dapat mengalami resolusi gejala sementara namun tetap akan mengalami kekambuhan. Kista ganglion pergelangan tangan volar umumnya memilikirespon yang buruk terhadap pengobatan non operasi. Jika pengobatan konservatif gagal dilakukan, maka pilihan pengobatan adalah operasi.

Terdapat tiga pilihan utama penatalaksanaan ganglion.
a. Pertama, membiarkan ganglion tersebut jika tidak menimbulkan keluhan apapun. Setelah diagnosis ditegakkan dan pasien diyakinkan bahwa massa tersebut bukanlah kanker atau hal lain yang memerlukan pengobatan segera, pasien diminta untuk membiarkan dan menunggu saja.
b. Jika ganglion menimbulkan gejala dan ketidaknyamanan ataupun masalah mekanis, terdapat dua pilihan penatalaksanaan: aspirasi (mengeluarkan isi kista dengan menggunakan jarum) dan pengangkatan kista secara bedah.
Aspirasi melibatkan pemasukan jarum ke dalam kista dan mengeluarkan isinya setelah mematirasakan daerah sekitar kista dengan anestesi lokal. Karena diperkirakan bahwa inflamasi berperan dalam produksi dan akumulasi cairan di dalam kista, obat anti inflamasi (steroid) kadang diinjeksikan ke dalam kista sebagai usaha untuk mengurangi inflamasi serta mencegah kista tersebut terisi kembali oleh cairan kista. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menggunakan substansi lain seperti hialuronidase bersama dengan steroid setelah aspirasi meningkatkan angka kesembuhan dari 57% (aspirasi dan steroid) menjadi 89% dengan substansi tambahan.
c. Jika kista rusak, menimbulkan nyeri, masalah mekanis dan komplikasi saraf (hilangnya fungsi motorik dan sensorik akibat tekanan ganglion pada saraf) atau timbul kembali setelah aspirasi, maka eksisi bedah dianjurkan. Hal ini melibatkan insisi di atas kista, identifikasi kista, dan mengangkatnya bersama dengan sebagian selubung tendo atau kapsul sendi dari mana kista tersebut berasal. Lengan kemudian dibalut selama 7-10 hari. Eksisi kista ini biasanya merupakan prosedur minor, tapi dapat menjadi rumit tergantung pada lokasi kista dan apakah kista tersebut melekat pada struktur lain seperti pembuluh darah, saraf atau tendon.
Patofisiologi

This entry was posted in Muskuloskeletal. Bookmark the permalink.

Comments are closed.